Assalamualaykum. Hai semuaaaa.
Aku lagi rajin banget nih nulis-bukan skripsi sayangnya. Ini udah tulisanku
yang ke empat malam ini. Kali ini aku mau review masker yeaaayyyy!!! I love
masker love love love. Nggak bisa nggak maskeran dalam seminggu. Dan yang mau
aku review kali ini adalah jeng jeng jenggg Innisfree Super Volcanic Pore Clay
Mask, yang selanjutnya kita sebut saja clay mask. FYI, Innisfree berada dalam
satu induk perusahaan yang sama dengan Etude House dan Laneige. Jika Laneige
menargetkan premium customer, Etude House untuk low budget customer, maka
Innisfree ini di tengah-tengah. Innisfree terkenal dengan perusahaan yang hanya
akan menggunakan bahan-bahan natural dan menghilangkan bahan yang tidak bermanfaat
untuk kulit.
Detail : This clay mask with its super volcanic cluster capsules power fully adsorbs sebum to intensively resolve pore concerns.
Offers : Tightens pores, removes sebum, exfoliates dead skin cells, deep cleansing, enhance skin tone, provide cooling effects.
Sebenarnya masker ini ditunjukan
untuk kulit berminyak dan atau yang porinya lebar. Tapi aku memaksakan diri
untuk mencoba berkat review blogger lain yang melambai-lambai seolah aku bakal
nyesel kalo nggak nyobain masker ini. Dan tiba-tiba masker ini sudah di depan
pintu rumah bersama Drawing Eyebrow Etude House. Awalnya aku agak takut kalau
masker ini justru bikin kulitku jadi kering. Tapi aku masih terkaget-kaget dan
penasaran dengan review blogger lain yang setelah menggunakan masker ini
hasilnya signifikan. Kulit mereka bisa jadi lebih putih signifikan dan bersih.
Setelah aku menggunakan masker ini kira-kira tiga empat bulan, aku merasakan
kulitku jauh lebih bersih. Dulu aku sangat bergantung dengan pore pack. Setiap
tiga hari sekali aku selalu pakai pore pack. Kalau enggak, komedo pasti sangat
sangat mengganggu dan risih pengennya digaruk. Nggak instan sih hasilnya.
Dibutuhkan sekitar dua bulanan lebih menggunakan ini seminggu sekali hingga
akhirnya aku bisa lepas dari pore pack. Wow. Untuk warna kulit, before after kulitku sama aja sih nggak
berubah jadi lebih cerah.
Tekstur masker ini pekat. Karena
sesuai deskripsinya ini ada ramuan abu vulkanik dari Jeju. Konon katanya sih
begitu. Nah uniknya, aku menemukan tekstur masker ini bisa berbeda di setiap
orang lho. Ada yang pas dibuka agak encer. Dan pas punyaku pekat banget kayak
mau mengering gitu. Dugaanku sih mungkin karena masker ini sudah melalui
perjalanan darat, laut dan udara yang begitu berat sehingga ia mengalami
perubahan tekstur. Well, masih bisa dipakai kok.
